[07/06/17] Tentang Gempa Waktu Karya Kurt Vonnegut



“We are here to help each other get through this thing, whatever it is.”




Informasi Buku

Judul: Gempa Waktu (Timequake)
Penulis: Kurt Vonnegut
Penerjemah: T. Hermaya 
Penerbit: KPG  
ISBN: 9789799111432
Tahun publikasi: 2016 (pertama kali dipublikasikan tahun 1997 dalam bahasa Inggris)
Cetakan: kedua (Februari 2016)
Jumlah halaman: 268 halaman
Buku: milik pribadi
Temukan buku ini di Goodreads


Blurb


“Gempa Waktu adalah novel yang ditulis dan dibintangi oleh Vonnegut… Apa yang dilakukan Vonnegut, yang orang lain tak mampu menandinginya, adalah memperlihatkan ketidakacuhannya yang luar biasa terhadap zaman pascamodern…. Anda tentu menyukainya.” — Washington Post Book World
“Lucu , pedas… Gempa Waktu adalah bacaan yang sangat menarik, penuh dengan kebenaran yang lebih penting ketimbang yang dikisahkan. Tak ada permenungan moral yang lebih kocak.” — Chicago Sun-Times
“Menyenangkan… menggoncangkan… menggembirakan… Karya ini merupakan suatu berkah.” — Valerie Sayers, New York Times Book Review
“Suatu campuran yang aneh antara kebijaksanaan dan kepahitan, kecerdikan dan kepasrahan, dan ejekan terhadap Alam Semesta.” — San Diego Union-Tribune



Menurut Farah Tentang Buku Ini

Gempa Waktu adalah buku Kurt Vonnegut pertama yang pernah aku baca dan aku akan bohong apabila aku berkata aku tidak terkaget-kaget ketika mulai membaca bukunya. Sebagai tipe pembaca yang melihat buku dari judulnya (aku tidak membaca review untuk memutuskan membeli buku atau tidak) dan cenderung memanfaatkan insting semata, aku sempat dibuat bingung oleh buku yang satu ini. Bukannya ini novel? Kenapa aku merasa seperti membaca autobiografi??? Apa itu Siapa itu Kilgore Trout???? Apa lagi itu Planet Booboo??????

Well… Berikut adalah beberapa hal yang aku simpulkan setelah menyelesaikan buku ini:
1. Buku ini adalah perpaduan tidak biasa dari autobiografi Sang penulis, Kurt Vonnegut, dan kisah fiksi ilmiah tentang gempa waktu (timequake).
2. Kilgore Trout adalah tokoh utama dalam kisah fiksi ilmiah di buku ini (dalam prolog Vonnegut menyatakan bahwa Kilgore Trout adalah alter ego dari dirinya yang menjadi tokoh dalam novelnya yang ini dan beberapa novelnya yang lain).
3. Menyelesaikan novel ini bisa dibilang sebanding dengan menyelesaikan laman panjang tentang sejarah hidup Kurt Vonnegut di Wikipedia Bahasa Inggris (aku baru membaca laman ini setelah menamatkan buku Gempa Waktu dan wah… Aku hampir mengetahui setiap hal dalam laman ini karena semua hal itu dijelaskan dengan lengkap di dalam buku ini). 

Secara garis besar, cerita fiksi ilmiah dalam novel ini mengisahkan tentang gempa waktu (timequake) yang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun dari tanggal 13 Februari 2001 -> 17 Februari 1991. 

Apa itu gempa waktu? 


Aku sangat menyukai pernyataan tokoh dalam cerita ini, Kilgore Trout, tentang bagaimana sandiwara adalah “gempa waktu buatan“.

“Sebelum penduduk Bumi mengenal gempa-gempa waktu di Alam, mereka telah menciptakannya.” Dan memang benar. Para pemain sandiwara mengetahui segala sesuatu yang akan mereka ucapkan dan lakukan, dan bagaimana segala sesuatu  itu berlangsung hingga akhir cerita, entah baik entah buruk, takkala layar diangkat dalam babak pertama, adegan pertama. Namun mereka tidak mempunyai pilihan selain berlaku seolah-olah masa depan masih berupa misteri. – 23


Ketika gempa waktu terjadi orang-orang akan mengulangi kembali 10 tahun masa hidup yang telah mereka lalui sebelumnya. Orang-orang dapat mengingat kembali apa yang akan mereka katakan dan apa yang akan mereka lakukan ketika saatnya tiba. Mereka juga akan menyadari bagaimana hasil dari perbuatan yang mereka lakukan itu tanpa memiliki kemampuan untuk mengubahnya (ini adalah pemutaran ulang bagaimanapun juga). Bisa dibilang orang-orang akan mengulang kembali berbagai kegagalan dan pencapaian yang mereka raih selama satu dekade terakhir.

Beberapa orang dipaksa untuk mengalami lagi hal yang (mungkin) ingin mereka lupakan. Untuk beberapa orang lain, mungkin dia akan berbahagia karena dapat mengalami kembali hal yang dia angan-angankan untuk diulang lagi (teruntuk kamu yang ingin mengulang waktu). Namun, tetap saja hal yang telah terjadi tidak akan bisa diubah bagaimanapun juga. Plot ini dan cerita nostalgia Vonnegut (yang juga menjadi “tokoh” dalam cerita) akan mewarnai perjalanan kita dalam novel yang dibagi menjadi 63 bagian ini (belum termasuk bagian prolog & epilog).

Pasca penelusuran kecil-kecilanku, aku akhirnya menyadari bahwa ini adalah novel terakhir dari Vonnegut. Tidak heran aku cukup terkejut dengan gaya penulisan Beliau. Meskipun tetap enjoyable ketika dibaca, aku pikir buku ini akan lebih cocok untuk para pembaca yang sudah membaca karya-karya Kurt Vonnegut sebelum ini seperti karya termahsyurnya Slaughterhouse-Five (1969), atau karya-karyanya yang lain seperti Cat’s Cradle (1963). Dalam beberapa bagian, Vonnegut seolah bernostalgia dan membagikan berbagai kisah dibalik pembuatan beberapa novelnya. Aku pikir ini akan lebih dimengerti dan disenangi pembaca yang sudah membaca karya Beliau terdahulu.

Terlepas dari hal itu, buku novel semi-autobiografi dan fiksi ilmiah yang disampaikan dengan gaya satire ini memang membuatku penasaran untuk membaca karya Kurt Vonnegut yang lain.

Rating
3,5/5

0 thoughts on “[07/06/17] Tentang Gempa Waktu Karya Kurt Vonnegut

  1. Wah baru banget baca buku ini, baru sampai bab 6, sempet bingung juga, rasanya kyk lg ga baca novel, tp mau ttp lanjut, kisah 3 bersaudara B-36 ya klo ga salah, lucu dn menarik 🤣🤣🤣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *