Juli 2019: It Gets Better

43/60 | The one time I manage to read 11 books in a month
Setelah kekosongan panjang mengisi akhir Mei sampai Juni, bulan Juli seolah datang guna membayar nihilnya kemajuan membacaku dalam 1,5 bulan yang sudah berlalu itu. Beberapa hal memang jauh lebih baik di bulan ini. And I’m so grateful with this fact.

Daftar & Perkembangan Bacaan Farah
Tidak hanya secara mengejutkan menyelesaikan 11 buku, sebagian besar bacaanku pada bulan Juli juga ditempati buku “di atas rata-rata” yang menyambet Rating-4. Secara keseluruhan, Juli 2019 memang merupakan bulan baca yang memuaskan.
[*] 7 buku mendapat Rating-4;
1. Good Omens TV Companion – Matt Whyman
Membaca buku ini menjadi pengalaman pertamaku dalam membaca buku jenis TV Companion & aku tidak kecewa. Aku akan merekomendasikan Good Omens TV Companion untuk penggemar serial TV Good Omens yang haus akan hal baru & penasaran dengan proses belakang layar di balik produksi serial ini.

2. 21 Lessons For 21’st Century – Yuval Noah Harari

Buku ini memperkenalkanku pada tulisan Yuval Noah Harari & aku membuatku tertarik untuk membaca hasil karya Beliau yang lain. Kalau ingin mengedukasi diri tentang fenomena yang hangat di abad 21, pengaruh yang muncul dari fenomena tersebut, dan bagaimana menanggapi fenomena bersangkutan, this book can be your source of information.

3. Red, White, & Royal Blue – Casey McQuiston

Aku merasa seperti masuk ke dunia fanfic Alternate Universe (AU) – Royalty ketika membaca novel ini. If you read as much fanfics as I am, I’m confident you will find this vibe too. Di satu sisi, Red, White, & Royal Blue memang merupakan fiksi AU yang memotret kondisi ideal menurut penulis di AS pasca pemilu presiden 2016. Aku memang agak kesulitan mengikuti aspek politik yang sedikit disinggung dalam cerita. Akan tetapi, tulisan penuh kritik sosial ini kemas dalam bungkus rom-com yang universal. Terima kasih atas rekomendasinya Goodreads!

4. Digital Minimalism – Cal Newport

Aku tengah mempertimbangkan hengkang dari media sosial belakangan ini. Mungkin tidak hilang sepenuhnya, hanya membatasi interaksi dengan internet seminimal mungkin. Personally speaking, social media do more harm than good these days. Buku ini muncul di saat yang tepat untuk menjawab keraguanku dalam memulai. Aku tengah mencoba menerapkan tips & “detoks” digital yang dianjurkan dalam Digital Minimalism, I’ll update you on my progress soon. Pembaca yang ingin mendalami bacaan bertema productivity dan minimalism sepertinya akan tertarik pada buku ini.

5-7. Harry Potter; The Order of Phoenix, The Half-Blood Prince, & The Deathly Hallows – J.K Rowling

Semua yang inginku ungkapkan sepertinya sudah tercantum dalam  7 ulasan di kiriman yang satu ini. Aku puas karena (akhirnya) memutuskan membaca keseluruhan seri ini. It’s really worth it. Membaca 7 buku Harry Potter di awal usia 20-an (jauh bertahun-tahun kemudian) membuatku lebih mengapresiasi detail dari seri legendaris ini. Happy Birthday Harry Potter! (It’s 31’st July).
“To Harry Potter – the boy who lived!” Today we celebrate the boy wizard who started it all. #HappyBirthdayHarryPotter pic.twitter.com/xJBYfcAmkJ

— Pottermore (@pottermore) July 31, 2019


[*] 4 buku menyabet Rating-3;
1-2. Sarah’s Scribbles; Adulthood is A Myth & Big Mushy Happy Lump – Sarah Andersen
Ah, dua buku ini berjasa sebagai “pembuka jalan”-ku menuju bulan Juli yang produktif. A little tips; Buku kumpulan webcomic seperti ini bisa dijadikan andalan bagi pembaca yang lelah membaca novel panjang tapi tetap ingin membaca dan merasa terhibur!

3. Heart & Brain: Body Language – Nick Seluk

Masih merupakan buku kumpulan webcomic yang berjasa mempermulus perjalanan bacaku di awal Bulan Juli. Aku punya soft spot untuk buku ini karena duo Heart & Brain dengan segala polahnya membuatku bernostalgia pada bab-bab sederhana dalam pelajaran Biologi dasar. Science nerd will love this book!

4. Sweet Bean Paste – Durian Sukegawa

Novella bittersweet ini juga termasuk dalam kelompok buku yang mengawali bulan Juli-ku. Persahabatan lintas generasi bermula di sebuah toko dorayaki dalam kisah ini. Untuk novella yang boleh dibilang sangat fluffy dan hangat di awal, cerita dalam Sweet Bean Paste mengalir menuju muara yang lebih realistis dan miris. Tema tentang prasangka, stigma, dan kesempatan kedua membuat novella ini berakhir dengan lumayan bittersweet. Meskipun menjadi terlalu filosofis untuk seleraku di akhir (I’m lost at this part), aku mengapreasi bagaimana efek negatif dari prasangka & stigma dipotret dengan jelas dalam cerita ini.
Update kemajuan tantangan baca;
Goodreads: 43/60
PopSugar Reading Challenge: 23 prompts done, 13 more to go.

Hal Baru Dalam Dunia Baca-Membaca Farah
Dari garda baca-membaca, tidak ada hal baru di bulan Juli. In a typical Farah fashion, aku membaca banyak karya penulis yang baru bagiku bulan ini (the only recurring author is J.K. Rowling). Pada dasarnya aku melakukan ini setiap bulan dan agak berlebihan rasanya untuk mendata ini secara detail. I will read various random books nonetheless.

Dalam hal penulisan resensi, I’m trying I guess? Aku bahkan mengadakan ~acara~ “5 days Review Marathon” dalam rangka ulang tahun Harry Potter di minggu akhir bulan Juli. Check this out if you haven’t! Semoga format kiriman baru/bebas semacam ini makin ramai muncul di Far’s Books Space yang sampai sekarang didominasi oleh ulasan buku saja. Aku sudah memiliki beberapa ide kiriman di kepala. Sekarang tinggal eksekusi untuk mensintensis ide tersebut dalam bentuk tulisan.

Bagaimana perkembangan bacamu untuk bulan Juli ini?

See you next month

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *