[07/11/18] Tentang Purple Prose Karya Suarcani

“Jika disamakan dengan buku,
berlembar-lembar kisah kita hanya dipenuhi
purple prose, oleh penggambaran rasa
sakit dan sesal atas peristiwa itu.


Informasi Buku

Judul:
Purple Prose

Penulis:
Suarcani

Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama

 

Bahasa:
Indonesia 

ISBN:
9786020614137

Tahun
publikasi: 2018

Jumlah
halaman: 308 halaman  (paperback)

Buku:
E-Book (dibaca via Gramedia Digital

Kategori
Usia: Dewasa (Ada beberapa topik yang berpotensi trigger warning; sexual abuse on underage children, alcohol
& drugs abuse
) 

Temukan buku ini di Goodreads

Blurb

Tujuh
tahun lalu, kematian Reza membuat Galih lari ke Jakarta. Namun, penyesalan
tidak mudah dienyahkan begitu saja. Ketika kesempatan untuk kembali ke Bali
datang lewat promosi karier, Galih mantap untuk pindah. Ia harus mencari Roy
dan menyelesaikan segala hal yang tersisa di antara mereka.
Roya
begitu terkurung dalam perasaan bersalah. Kanaya, adiknya, menderita seumur
hidup karena kekonyolannya tujuh tahun lalu. Roya merasa tidak memiliki hak
untuk berbahagia dan menghukum dirinya secara berlebihan. Kehadiran Galih
mengajarkan Roya cara memaafkan diri sendiri.
Saat
karier Galih makin mantap dan Roya mulai mengendalikan haknya untuk berbahagia,
karma ternyata masih menunggu mereka di ujung jalan.

Menurut Farah Tentang Buku Ini

Kalau
dilihat dari kalimat terakhir dalam blurb buku ini, Purple Prose adalah
jenis buku yang kita sama-sama tahu tidak akan berakhir bahagia. Akan tetapi,
orang-orang tetap saja akan membaca buku ini karena ingin “merasakan”
perjalanan menuju akhir yang tidak dijamin menyenangkan itu. Terkadang
perjalanan yang pembaca lalui selama membaca sebuah buku bisa lebih
menyenangkan dan rewarding dibandingkan penutup buku yang sebenarnya
penting dalam menentukan suka atau tidaknya kita pada buku yang dibaca. Sama
seperti bagaimana aku kagum pada buku dengan ending tidak
disangka-sangka, aku juga kagum pada buku yang bisa membawa pembaca dalam
perjalanan yang menyenangkan.


Galih dan Roya adalah dua orang yang dihantui masa lalu. Galih selalu berusaha
untuk melarikan diri sebelum akhirnya memberanikan diri untuk berdamai dengan
hantu masa lalu itu. Roya sendiri terperangkap dalam rasa bersalah karena
keputusan yang dia ambil 7 tahun lalu. Tanpa dua orang ini sadari, masa lalu
mereka sebenarnya terpaut lewat cara yang tidak mereka duga. Satu keputusan
untuk kembali ke Bali membuka peluang bagi Galih dan Roya untuk berdamai dengan
masa lalu masing-masing. Sayangnya, ini juga menjadi peluang untuk munculnya
“ganjaran” dari dosa yang pernah dibuat 7 tahun lalu itu.


Cerita yang mengangkat tema tentang masa lalu yang menghantui memang bukan
merupakan barang baru lagi. Sedikit banyaknya, pembaca sudah bisa memperkirakan
apa yang akan terjadi nanti pada Galih dan Roya. Hal yang aku dinikmati dari Purple
Prose
adalah cara penulisan penulis yang halus dan mengalir. Galih dan Roya
menjadi dekat lewat rangkaian kejadian yang terasa natural di sepanjang cerita.
Cara penulisan dalam buku ini sendiri terasa puitis tanpa terlalu berlebihan
dan masih bisa dimengerti dengan baik oleh pembaca. Aku benar-benar menikmati
paruh awal dari novel Purple Prose ini.


Memasuki paruh akhir buku ketika klimaks dan penyelesaian cerita dituturkan
dengan lumayan ringkas dan cepat, aku merasa buku 308 halaman ini menjadi
terlampau dramatis untuk seleraku (it’s not you, it’s me really). Karena
alasan ini, aku harus berusaha lebih keras untuk menamatkan bukunya. Berbeda
sekali dengan paruh awal buku ini yang bisa aku baca dengan santai dan tanpa
beban. Pada akhirnya, ini memang kembali lagi pada selera dan preferensi
masing-masing pembaca. Bagaimanapun juga, klimaks dan penyelesaian seperti itu
memang pilihan yang paling pas untuk kisah Galih dan Roya yang sudah doom dari
awal ini.


Menurut pendapat pribadiku, Galih dan Roya adalah jenis pasangan star-crossed lovers yang bahkan lebih tragis
dari ikon star-crossed lovers seperti Romeo&Juliet atau
Rose&Jack (Titanic). Kalau sudah membaca kisah mereka dalam novel ini, aku
rasa pembaca akan mengerti maksudku.


Kalau sedang mencari bacaan romantis yang menyedihkan, membahas tentang rahasia
kelam masa lalu, dan tidak keberatan dengan star-crossed lovers, novel Purple
Prose
dapat menjadi pilihan bacaan untukmu.


Rating

3,6/4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *