[16/09/17] Tentang Malaikat Jatuh dan Cerita-cerita Lainnya Karya Clara Ng

Informasi Buku
Judul: Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
Penulis: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 
ISBN: 9789792239355
Tahun publikasi: Juli 2017 (pertama kali dipublikasikan pada Juli 2008)
Jumlah halaman: 160 halaman
Buku: milik pribadi
Temukan buku ini di Goodreads

Blurb

Beppu, manusia bersayap yang cacat. Sayapnya yang hanya sebelah tidak dapat mengangkatnya terbang meniti angin. Louissa Manna, seorang ibu berusia ratusan tahun. Dia telah memakan jantung manusia bersayap untuk mendapatkan hidup abadi.
Pada pertemuan mereka yang dipenuhi kekejaman, Beppu dan Manna berjuang mempertahankan kewarasan, kesucian, dan di atas semuanya, cinta.
Sepuluh cerita. Tentang wajah perempuan. Dari ibu sampai pelacur, dari perawan sampai hanya pemeran. Semuanya dibingkai dalam dongeng-dongeng malam, kematian, dan narasi kelam.



Menurut Farah Tentang Buku Ini
Aku sebenarnya tertarik dengan buku Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya setelah membaca blurb-nya. 


Sepuluh cerita. Tentang wajah perempuan. Dari ibu sampai pelacur, dari perawan sampai hanya pemeran.

Sejauh yang bisa aku ingat, aku baru sadar bahwa buku-buku yang dominan membahas kisah tentang perempuan memang tidak terlalu banyak. Atau setidaknya tidak ada yang benar-benar membekas di ingatanku. Aku tertarik dengan buku ini karena penasaran bagaimana Sang penulis buku (yang juga adalah seorang perempuan) akan memotret lika-liku kehidupan berbagai perempuan-perempuan di dalam ceritanya. 


Ada 10 cerpen dalam buku 160 halaman ini. Satu atau dua cerpen mengangkat tema yang cukup realistis. Cerpen-cerpen lain sendiri sangat kental dengan unsur fantasi di dalam ceritanya. Dan ya, cerpen-cerpennya memang dipenuhi oleh berbagai karakter perempuan. Membaca buku kumpulan cerpen ini seolah-olah seperti membaca dongeng yang sangat muram (ini sama sekali bukan santapan tepat untuk anak-anak). Seperti yang diungkapkan Eka Kurniawan tentang buku ini:


Ada aroma kanak-kanak di cerpen-cerpennya, tapi jelas tidak kekanak-kanakan. Juga ada napas pengantar tidur, yang tidak membuat tidur. Tak seperti kita orang dewasa, anak-anak memiliki keliaran imajinasi yang nyaris tak terbatas. Seperti itulah cerpen-cerpen ini diperlakukan. – Eka Kurniawan



Buku ini bisa dibilang bernuansa kelam karena banyaknya kematian yang muncul dalam berbagai cerita di sepanjang buku. Belum lagi hal-hal aneh yang terjadi dalam beberapa cerita dan hal-hal yang cukup mengganggu (baca cerpen berjudul Barbie). Meskipun bernuansa cukup suram dan sama sekali tidak membantuku untuk tidur, aku dapat dengan mudah memilih 4 cerpen penutup dalam buku ini sebagai cerpen-cerpen favoritku. Cerpen-cerpen itu meninggalkan kesan yang mendalam bagiku secara pribadi.

  • Akhir (aku menyukai elemen tidak tertulis yang dapat aku tangkap dari cerpen ini)
  • Barbie (cerpennya cukup disturbing memang, love it to bits nevertheless)
  • Bengkel Las Buk Ijah (cerpen sentimental, ketika membaca ini aku mendadak teringat dengan buku Sepotong Hati yang Baru karya Tere Liye)
  • Istri Yang Sempurna (juga cerpen yang sentimental dan bittersweet bahkan. Penutup buku yang tepat menurutku)


Kalau kau menyukai buku kumpulan cerpen yang dipenuhi dengan cerita fantasi namun penasaran ingin membaca sesuatu bernuansa agak suram, tidak ada salahnya mencoba membaca buku yang satu ini.

Rating
3,4/5 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *