[30/12/18] Tentang Harry Potter and the Philosopher’s Stone karya J.K. Rowling

There are some things you can’t share without ending up liking each other, and knocking out a twelve-foot mountain troll is one of them


Informasi Buku

Judul: Harry Potter and the Philosopher’s Stone (Slytherin Edition)

Penulis: J.K. Rowling
Penerbit: Bloomsbury Children’s Books
ISBN: 9781408883761
Tahun publikasi: 2017 (pertama kali dipublikasikan tahun 1997 dalam bahasa Inggris)
Jumlah halaman: 368 halaman

Buku: milik pribadi
Kategori umur: young adult/ middle grade
Temukan buku ini di Goodreads

Blurb

Celebrate 20 years
of Harry Potter magic with four special editions of Harry Potter and the
Philosopher’s Stone. Gryffindor, Slytherin, Hufflepuff, Ravenclaw …

Twenty
years ago these magical words and many more flowed from a young
writer’s pen, an orphan called Harry Potter was freed from the cupboard
under the stairs – and a global phenomenon started. Harry Potter and the Philosopher’s Stone
has been read and loved by every new generation since. To mark the 20th
anniversary of first publication, Bloomsbury is publishing four House
Editions of J.K. Rowling’s modern classic. These stunning editions will
each feature the individual house crest on the jacket and sprayed edges
in the house colours. Exciting new extra content will include fact
files, profiles of favourite characters and line illustrations exclusive
to that house.

Menurut Farah Tentang Buku Ini

Awal Desember kemarin, aku sebenarnya iseng saja berselancar di situs Periplus yang sedang promo Halbonas. Niatan awalku memang tidak akan membeli apa-apa. Tanpa sengaja, aku malah menemukan buku hardcover ini dan buku Educated karya Tara Westover (yang kebetulan juga ada dalam wishlist bacaanku) dijajaran buku yang didiskon. Farah yang hanya manusia biasa ini akhirnya pun tergoda juga. Ketika berhasil memperoleh dua buku ini dengan biaya kurang dari seratus ribu berkat kombinasi ajaib diskon halbonas dan redeem poin member Periplus, aku pikir aku tidak pernah merasa sepuas itu seumur hidupku.
Setelah membaca dan mengulas edisi terjemahan Bahasa Indonesia dari buku pertama seri Harry Potter ini dan menyadari kenapa orang-orang sangat mencintai semestanya, aku memang sudah berniat untuk mengoleksi ketujuh buku Harry Potter dalam bahasa sumbernya yaitu Bahasa Inggris. Momen Halbonas kemarin terjadi menjadi langkah awalku untuk merealisasikan niat ini. Meskipun sebenarnya ditasbihkan sebagai seorang Gryffindor oleh situs Pottermore, aku akhirnya rela-rela saja ketika harus membeli Harry Potter and the Philosopher’s Stone Edisi Slytherin (jadi yang didiskon itu hanya buku edisi ini, orang yang dianugrahi diskon tentu harus sadar diri).
Dalam buku edisi khusus untuk memperingati 20 tahun perilisan Harry Potter ini, pembaca tidak hanya disuguhkan cerita petualangan perdana The Golden Trio di Hogwarts. Di bagian pembuka buku, pembaca bisa menemukan berbagai konten tambahan yang menguraikan tentang all-things-slytherin. Dari uraian tentang pendiri asrama Slytherin, Salazar Slytherin, sampai relik asrama dan hantu penghuni asrama Slytherin, The Bloody Baron. Tidak usah khawatir akan merasa bosan, uraian ini juga dilengkapi dengan berbagai ilustrasi menarik. Sebelum masuk pada bab pertama novel, pembaca juga dapat menikmati Peta Hogwarts (this map is a personal favorite of mine).

Tidak hanya di bagian awal buku, pembaca juga akan menemukan beberapa konten tambahan di akhir buku. Beberapa judul dari konten tambahan di penutup buku ini di antaranya adalah artikel tentang Kepala Asrama Slytherin, Severus Snape, sampai artikel tentang alumni dan siswa/i memorable dari Slytherin. Artikel bertema umum seperti sejarah sorting asrama Hogwarts dan kuis tentang Hogwarts juga ada. Buku Harry Potter edisi spesial ini memang dapat dijadikan bahan nostalgia manis untuk penggemar Harry Potter yang sudah jatuh cinta pada semesta magis ini selama bertahun-tahun. Tidak sampai di sana saja, buku ini juga bisa menjadi buku pengantar yang tepat bagi pembaca yang baru ingin mencoba untuk menyelami dunia Harry Potter.


Apa kesanku setelah membaca buku ini dalam dua bahasa yang berbeda? Tidak peduli dalam Bahasa Inggris ataupun Bahasa Indonesia, Harry Potter & The Philosopher’s Stone tetap merupakan buku “ajaib” yang mampu menyita perhatian pembacanya. Kalau sudah memutuskan untuk membaca buku ini, pembaca tidak akan bisa berhenti sebelum sampai di halaman terakhir. Aku bisa mengerti kenapa orang-orang sangat menyukai buku ini.

Apa ada hal yang baru aku disadari sekarang setelah membaca buku versi Bahasa Inggris ini? Aku baru sadar trio Fred&George dan Lee Jordan ternyata seseru dan selucu ini! Membaca buku edisi Bahasa Inggris membuat lebih mengapresiasi berbagai karakter sampingan witty yang muncul dalam kisah Harry Potter. Dua bagian terfavoritku dalam novel ini malah tidak melibatkan The Golden Trio;

  • Bagian Pertama: Ketika Oliver Wood memberi pep-talk sebelum pertandingan Quidditch Gryffindor dan Slytherin dan percakapan ini terjadi; 

“OK, men,” he [Wood] said.
“And women,” said Chaser Angelina Johnson.

“And women,” Wood agreed. “This is it”
Tepat pada momen ini, tanpa ragu aku pun langsung menasbihkan diri sebagai penggemar setia Angelina Johnson.    
  • Bagian Kedua: Ketika Lee Jordan, Sang Komentator Quidditch Tercinta, knows WHAT’S UP;

“And the Quaffle is taken immediately by Angelina Johnson of Gryffindor – what an excellent Chaser that girl is, and rather attractive, too -“
“JORDAN!”

“Sorry, Professor [McGonagall].” 

Meskipun sudah menyaksikan film adaptasinya, aku harap teman-teman tetap mempertimbangkan membaca sampai tuntas rangkaian novel ini. The novel is on a whole new level of awesomeness.

Rating
4/5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *