Tentang The Wonderful Wizard of Oz Karya L. Frank Baum

“There is no place like home.

Informasi Buku
Judul: The Wonderful Wizard of Oz
Penulis: L. Frank Baum 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 
Bahasa: Inggris
ISBN: 9786020375847  
Tahun publikasi: 2017 (September 2017)
Jumlah halaman: 184 halaman
Buku: milik pribadi
Temukan buku ini di Goodreads


Blurb

“The True courage is in facing danger when you are afraid.”


Menurut Farah Tentang Buku Ini
Sampai saat ini, aku masih sangat menggemari buku anak-anak. Bahasanya yang sederhana, pesan moral ceritanya yang begitu gamblang, sebuah cerita tentang dunia fantasi yang tidak pernah gagal memicu imajinasi kita, sebuah cerita yang tidak rumit untuk dicerna. Karena target dari buku-buku seperti ini yang memang adalah anak-anak, atmosfir buku memang dibuat semenyenangkan dan sesederhana mungkin. Tapi, ketika iseng membaca kembali buku anak-anak (yang sebenarnya bahkan sudah pernah aku baca dulu sekali) sedikit banyaknya aku seolah menyadari beberapa hal. Buku-buku ini terkadang tidak sesederhana yang terlihat.

Aku sadar ketika membaca cerita-cerita seperti ini dulu, aku lebih fokus kepada unsur fantasi dalam ceritanya. Aku lebih cenderung untuk berimajinasi dan membayangkan dunia dimana cerita ini berlangsung. Dunia penuh kekuatan ajaib, penyihir, makhluk-makhluk tidak biasa, kerajaan-kerajaan, putri dan pangeran. Aku pikir aku sering membayangkan diriku berada dalam berbagai situasi seperti dalam dongeng atau cerita itu. Tinggal di hutan atau istana besar, bersahabat dengan binatang-binatang yang bisa bicara. Well, ketika masa-masa itu berangsur-angsur berlalu, fokusku seolah beralih pada pesan tersirat yang memang terkadang ada dalam cerita-cerita semacam ini. Aku yang sekarang memang masih tidak bosan berimajinasi tapi, tanpa aku sadari aku mulai menganalisa aspek dari fantasi itu dan menghubungkannya dengan realita.

Sama seperti ketika aku menyadari bahwa nuansa satire begitu kental terasa dalam kumpulan cerita anak-anak karya Oscar Wilde The Happy Prince and Other Tales, aku juga menyadari bahwa dalam The Wonderful Wizard of Oz pesan tipikal tentang hal yang baik dan hal yang buruk dalam cerita anak-anak bukan hanya pesan yang ingin disampaikan oleh cerita ini. Ada pesan lain yang diam-diam tersembunyi dibalik novel beralur cepat dan disampaikan dengan bahasa sederhana ini.

Dorothy pada awalnya hanyalah seorang gadis kecil yang tinggal di peternakan di Kansas bersama paman bibinya serta anjingnya, Toto. Petualangan Dorothy (dan Toto) dimulai ketika gadis ini terjebak dalam rumah mungilnya yang diterbangkan oleh angin cyclone dan sampai di negeri antah berantah tempat Sang penyihir hebat Oz berada. Agar dapat kembali ke tempat asalnya, Dorothy (dan Toto) harus melalui perjalanan panjang untuk menemui Oz agar dia bisa pulang ke rumah. Dalam perjalanannya Dorothy bertemu dengan The Scarecrow, The Tin Woodman, dan The Cowardly Lion. Bersama-sama, mereka akhirnya melakukan perjalanan menuju kediaman Oz di Emerald City. Tidak hanya Dorothy yang memiliki permintaan terhadap Oz, The Scarecrow, The Tin Woodman, dan The Cowardly Lion juga memiliki keinginan masing-masing. Ketiga makhluk ini berkeinginan untuk memperoleh otak, hati, dan keberanian dari penyihir hebat Oz.

Dalam petualangan Dorothy (dan Toto) serta ketiga temannya inilah pesan tersirat mulai tampak. Meskipun berharap untuk diberi otak agar lebih pintar dan bijaksana, The Scarecrow sebenarnya sudah bijak dan pintar sejak awal pertemuannya dengan Dorothy. Begitu juga dengan The Tin Woodman, makhluk ini mengharapkan hati agar dia memiliki perasaan dan dapat merasakan cinta. The Tin Woodman sangat mendambakan kebahagiaan yang menurutnya hanya bisa dia peroleh ketika sudah memiliki hati. Tanpa ia sadari, perasaan memang telah bersemayam dalam dirinya tanpa perlu dia minta pada siapa-siapa. The Cowardly Lion pun merasa dirinya terlalu “pengecut” dan penakut untuk menjadi seorang raja hutan, padahal hal ini sama sekali tidak benar. Kita dapat melihat dengan jelas bahwa karakter-karakter ini tertipu oleh ilusi tidak benar yang mereka buat tentang dirinya sendiri. Aku tidak tahu kenapa tapi aku tidak terlalu menyadari pesan tersirat nan gamblang ini ketika pertama kali membaca versi terjemahan bahasa Indonesia dari buku ini dulu.

Dalam cerita ini secara tidak langsung disampaikan bahwa di negeri Oz yang penting bukanlah siapa kita sebenarnya melainkan bagaimana orang memandang kita (reputasi). Cara pandang orang lain dan reputasi yang mereka miliki bahkan membuat The Scarecrow, The Tin Woodman, dan The Cowardly Lion meragukan diri mereka sendiri. Pada akhirnya, diri kita yang sebenarnya memang adalah apa yang kita percaya kita miliki. So, stay positive about yourself  guys!  

This book is an enjoyable read for children and a nice book to be analized more deeply really 


In case anyone interested, situs ini membuat analis tentang The Wonderful Wizard of Oz yang lumayan menarik menurutku.

Rating
3.8/5 

Terhibur/terbantu dengan tulisan ini? Dukung Farah melalui Karyakarsa

Farah melacak bacaannya di situs buku alternatif  The Storygraph | @farbooksventure

Ingin tanya-tanya & tetap anonim? Kirim saja pertanyaanmu lewat Curious Cat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *