[06/09/18] Tentang To Kill A Mockingbird Karya Harper Lee

“The one thing that doesn’t abide by majority rule is a person’s conscience.”

Informasi Buku

Judul: To Kill A Mockingbird
Penulis: Harper Lee
Penerjemah: Femmy Syahrani
Penerbit: Qanita
ISBN:
978602163787
Tahun publikasi: September 2015 (Pertama kali dipublikasikan tahun 1960) 
Jumlah halaman: 396 halaman 
Buku: milik pribadi 

Temukan buku ini di Goodreads 


Blurb

Kehidupan Scout dan Jem
Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang kulit
hitam. Ketika Atticus membela seorang yang dianggap sampah masyarakat,
kecaman pun datang dari seluruh penjuru kota. Di tengah terpaan masalah
yang menimpa keluarganya, si kecil Scout berjajar bahwa kehidupan tak
melulu hitam putih.

Dikisahkan dari sudut pandang gadis delapan
tahun warga Maycomb, Alamaba, novel ini menunjukkan betapa prasangka
sering kali membutakan manusia. Dan keadilan hanya dapat dilahirkan dari
rasa cinta yang tak membedakan latar belakang seseorang.

To Kill
A Mockingbird sebuah landmark legendaris dunia yang berkesan dan tak
lekang oleh zaman. Memenangkan Pulitzer Prize, terjual lebih dari 40
juta kopi di seluruh dunia, dan menjadi buku kedua yang paling banyak
dibaca di dunia.



Menurut Farah Tentang Buku Ini

Meskipun sudah memiliki buku ini selama hampir tiga tahun, aku baru selesai membaca dan menghayati kisah dalam To Kill A Mockingbird bulan Agustus lalu. Sama seperti The Old Man and The Sea, aku pikir buku paling termashyur dari Harper Lee ini merupakan jenis buku yang harus dibaca pada “waktu yang tepat” dalam hidup agar pembacanya dapat benar-benar mengapresiasi pesan penting di dalam ceritanya. Dengan maraknya isu tentang intoleransi antar umat belakangan ini, buku ini memang merupakan bacaan yang pas. This book is as real as ever.

Dituturkan dari sudut pandang anak kedua dari keluarga Finch, Scout Finch, To Kill A Mockingbird merupakan kisah tentang fenomena rasisme, sikap toleransi, dan menghargai sesama manusia dilihat dari sudut pandang polos seorang anak. Kehidupan kanak-kanak Scout yang tenang
mendadak terusik ketika Atticus, ayah Scout yang merupakan pengacara dan sosok
terpandang dalam komunitas mereka memutuskan untuk membela Tom Robinson yang
adalah seorang buruh berkulit hitam. Hal ini bisa dibilang merupakan keputusan
yang menuai cemoohan dari masyarakat di sekitarnya di era itu. Dengan segala
tekanan yang muncul, Atticus tetap teguh pada nilai yang dipercayai dan
diyakininya. Seperti yang tergambar dalam kutipan di bawah ini, Atticus sangat
percaya bahwa:

“The one thing that
doesn’t abide by majority rule is a person’s conscience.”
“Satu hal yang tidak mengikuti
ketetapan bersama adalah hati nurani seseorang.” 

Novel yang awalnya menguraikan tentang
musim panas menyenangkan yang dilalui Scout, saudara laki-lakinya Jem, dan
temannya Dil di daerah Maycomb, Alabama sedikit demi sedikit berubah menjadi
kisah tentang bagaimana kehidupan Keluarga Finch setelah Atticus memutuskan
untuk membela Tom Robinson. Tidak hanya berpusat pada Keluarga Finch saja,
pembaca juga akan mempelajari tentang lingkungan sekitar tempat tinggal
Keluarga Finch. Dalam novel ini Scout memaparkan tentang tetangga-tetangga dan orang-orang
yang tinggal di sekitar lingkungannya. Keep your eyes open guys. Di akhir cerita nanti, salah satu tokoh yang diperkenalkan Scout di awal novel akan menjadi tokoh penting dalam keseluruhan cerita. Tokoh yang satu ini karakternya menurutku sangat cocok untuk dianalogikan sebagai mockingbird. Burung yang hanya bernyanyi untuk manusia dan tidak boleh untuk dibunuh karena
tidak merusak apa-apa.

Tidak
ada hal super dramatis atau sedih memilukan memang yang terjadi dalam To
Kill A Mockingbird
. Satu kata yang cocok dalam menggambarkan kisah Keluarga
Finch dan Tom Robinson adalah miris. Dalam kasus ini, Atticus ibarat fighting
a losing battle, but he still fights anyway.
Meskipun sudah sepenuhnya sadar akan kalah, Atticus tetap mengikuti kata hati nuraninya. Kisah dalam novel ini mengingatkan kita untuk menjadi lebih manusiawi lagi.

 
Further reading: untuk teman-teman yang tertarik dengan analisis lebih lanjut dari To
Kill A Mockingbird
(ingin lebih tahu tentang analogi mockingbird misalnya), teman-teman bisa menemukan bacaan menarik di dua situs berikut [Spoiler alert– Silakan baca novelnya dulu sebelum berkunjung ke situs ini];
Kalau kau menyukai buku-buku klasik, To
Kill A Mockingbird
sudah pasti merupakan bacaan wajib untukmu. Novel ini juga cocok untuk pembaca yang mencari buku fiksi dengan cerita eye-opening dan menghangatkan hati.
 
Rating
5/5  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *