[31/10/18] Tentang The Haunting of Hill House Karya Shirley Jackson

“Journeys end in lovers meeting…”



Informasi Buku 

Judul: The Haunting of Hill House
Penulis: Shirley Jackson
Penerbit: Wildside Press LLC
Bahasa: Inggris
ISBN: 9781479419449
Tahun publikasi: 2018 (pertama kali
dipublikasikan tahun 1959)
Jumlah halaman: 178 halaman
Kategori umur: adult
Buku: milik pribadi (e-book) 
Temukan buku ini di Goodreads


Blurb

From Pengiun kindle edition of
the book:

The
classic supernatural thriller by an author who helped define the genre. First
published in 1959, Shirley Jackson’s The Haunting of Hill House has been hailed
as a perfect work of unnerving terror. It is the story of four seekers who
arrive at a notoriously unfriendly pile called Hill House: Dr. Montague, an occult
scholar looking for solid evidence of a “haunting;’ Theodora, his lighthearted
assistant; Eleanor, a friendless, fragile young woman well acquainted with
poltergeists; and Luke, the future heir of Hill House. At first, their stay
seems destined to be merely a spooky encounter with inexplicable phenomena. But
Hill House is gathering its powers—and soon it will choose one of them to make
its own.



Menurut Farah Tentang Buku Ini

Aku
rasa aku bukanlah satu-satunya orang yang tertarik membaca The Haunting of Hill House setelah mendengar reputasi
bagus dari versi adaptasi/reimagining novelnya di Netflix. Sebelum
menyaksikan serial TV
10 episode
yang menuai pujian itu, aku memutuskan untuk membaca
novel yang menjadi sumber inspirasi untuk serial ini terlebih dahulu. Sejauh
ini aku baru pernah membaca buku atau cerita ber-genre horror karya Edgar Allan Poe dan Stephen King. Meskipun, pada faktanya aku sudah penasaran sejak lama dengan
buku-buku Shirley Jackson. Apalagi buku Beliau yang berjudul We Have Always
Lived In The Castle
. Setelah membaca The Haunting of Hill House, aku semakin penasaran dengan karya Shirley Jackson yang lain.
Premis
dasar novel ini adalah tentang bagaimana seseorang mencoba melakukan eksperimen
“ilmiah” di rumah yang disebut-sebut berhantu. Dr. John Montague,
seorang ahli antropologi, berniat membuktikan fenomena “berhantu” di
sebuah rumah yang dikenal dengan sebutan Hill House. Kisah dalam The Haunting of Hill House sendiri memang
terinspirasi dari sekelompok ilmuwan abad ke-19
yang berusaha secara
saintifik meneliti rumah-rumah berhantu. Meskipun telah menyandang gelar
akademik mumpuni, minat terbesar Dr. Montague tetap ada pada hal berbau
supernatural (a.k.a hal-hal yang jauh sekali dari kata ilmiah). Dr. Montague
ingin meneliti Hill House dengan harapan bahwa hasil penelitiannya kelak dapat
membuat kalangan peneliti tidak memandang sebelah mata hal supernatural lagi.
Dr.
Montague yang sadar bahwa dia tidak bisa melakukan ini sendiri mulai mencari
beberapa orang untuk dijadikan asisten. Setelah mengirim beberapa surat ke
berbagai orang yang dia nilai cocok berpartisipasi dalam proyek ini, dua orang
perempuan pun menerima undangan Dr. Montague untuk menghabiskan musim panas
mereka di Hill House. Eleanor Vance adalah seorang perempuan muda pendiam yang
menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan merawat Ibu yang sakit-sakitan.
Eleanor memutuskan untuk menerima undangan Dr. Montague karena ingin mengecap
kebebasan setelah sekian lama terikat dengan sang Ibu. Bertolakbelakang dengan
Eleanor, Theodora sendiri adalah seorang perempuan muda yang percaya diri dan
blak-blakan. Datang ke Hill House adalah keputusan impulsif yang dia buat
setelah bertengkar dengan teman sekamarnya. Kedua orang ini punya kehidupan
yang benar-benar berbeda sebelum menginjakkan kaki di Hill House. Dr. Montague
juga dibantu oleh Luke Sanderson yang akan menjadi pewaris Hill House.
Keberadaan Luke di tempat lebih karena permintaan sang Bibi yang menjadi
pewaris Hill House saat ini. Setelah keluar dari rumah ini, beberapa hal tidak
akan sama lagi bagi ke empat orang ini.
Tidak
seperti cerita-cerita Edgar Allan Poe yang sering membuat bergidik karena
deskripsi yang terlalu sadis atau gore, Shirley Jackson menghadirkan
teror tidak kasat mata untuk membuat pembaca novelnya merasa tidak nyaman.
Jackson tidak membuat pembaca takut lewat deskripsi makhluk supernatural yang
menakutkan ataupun mengejutkan. Penulis The Haunting of Hill House ini malah mendeskripsikan fenomena misterius di Hill House
dengan cara yang benar-benar vague. Kita tidak akan pernah tahu pasti
siapa atau apa yang memicu teror di Hill House. Pembaca akhirnya merasa
ketakutan dan tidak nyaman karena ketidakpastian yang muncul ini. Apa memang
Hill House-kah yang “jahat”? Atau apakah jahat tidaknya rumah ini
kembali lagi pada orang yang menghuninya?
Novel
ini memang merupakan sebuah karya horror/psikologi jempolan. Tidak mengherankan
memang kalau Stephen King sangat menyukainya. Kalau kamu sedang mencari bacaan
horror yang mengandalkan teror atau hal psikologis alih-alih membuat takut
dengan hal seperti evil spirit, aku rasa The Haunting of Hill House adalah bacaan wajib untukmu.

Rating
4/5

0 thoughts on “[31/10/18] Tentang The Haunting of Hill House Karya Shirley Jackson

  1. Halo! Semoga kamu berkesempatan untuk membaca novel klasik ini di masa depan ya ^^ Shirley Jackson ini memang lihai sekali dalam membangun ketegangan pembaca dari deskripsi ceritanya yang samar dan tetap membuat cemas-cemas takut. Terima kasih sudah mampir ke blog saya dan salam kenal 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *