[04/03/19] Tentang This Is Going To Hurt Karya Adam Kay

“… She tells them if they can’t deal with that, they’re in the wrong profession. Maybe if someone has said that to me a bit earlier I’d have thought twice.”

Informasi Buku

Judul: This Is Going To Hurt
Penulis: Adam Kay

Penerbit: Picador
Bulan/tahun publikasi: 2018 (pertama kali dipublikasikan September 2017)
Jumlah halaman: 256 halaman

Buku: e-book milik pribadi
Bahasa: Inggris
Kategori umur: adult
Temukan buku ini di Goodreads

Blurb

Adam Kay was a junior
doctor from 2004 until 2010, before a devastating experience on a ward
caused him to reconsider his future. He kept a diary throughout his
training, and This Is Going to Hurt intersperses tales from the front
line of the NHS with reflections on the current crisis. The result is a
first-hand account of life as a junior doctor in all its joy, pain,
sacrifice and maddening bureaucracy, and a love letter to those who
might at any moment be holding our lives in their hands.



Menurut Farah Tentang Novel Ini

Setelah The Seven Good Years, akhirnya sebuah memoir lain kembali masuk ke dalam daftar bacaan favorit sepanjang masaku

This is Going to Hurt merupakan sebuah autobiografi/memoir yang dinarasikan dalam bentuk catatan harian (diari) oleh Adam Kay, sekarang seorang komedian & penulis skrip, yang pernah mencicipi pahit manisnya menjadi dokter obstetri dan ginekologi (OBGYN) di NHS, Britania Raya. Kay ternyata mulai menyusun draft untuk buku ini setelah dokter junior di NHS melakukan demo besar-besaran pada tahun 2016. Sebagai seseorang yang sudah tahu seperti apa rasanya menjadi dokter junior di NHS, Kay merasa tidak terima ketika para dokter junior yang berunjuk rasa ini “dianggap memiliki motivasi hanya semata-mata demi uang” ketika mereka bekerja.

Dari memoir personal Kay ini, pembaca memang akan memperoleh gambaran bagaimana tidak idealnya kondisi kerja untuk para dokter di NHS. Garda pertama kesehatan masyarakat ini dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gaji rendah mereka tidak sebanding dengan jam kerja super panjang dan tuntutan kerja tinggi. Terkadang aku dibuat heran sendiri, bagaimana orang-orang ini masih bisa tetap berfungsi normal di tengah-tengah kondisi brutal yang dideskripsikan dalam diari Kay. Ada sesuatu yang tragis ketika aku menyadari bagaimana kemajuan Kay dalam ranah karir juga dibarengi dengan kejatuhannya dalam ranah hubungan pribadi dan kehidupan secara umum.


Deskripsi di atas membuat This is Going to Hurt terdengar seperti bacaan suram dan cenderung membuat depresi, ya? Jangan salah! buku ini justru sebaliknya. Alih-alih membuat stress sendiri, aku menghabiskan separuh waktu membaca ini sambil tertawa dan menangis di saat bersamaan. Kay adalah tipe orang yang lucu tanpa harus mencoba. Lewat anugerah ini, Kay dengan lihai menulis pengalamannya yang tidak selalu menyenangkan dalam anekdot singkat dan jeneka untuk dinikmati pembaca. Dunia kedokteran sepertinya tidak akan pernah kehabisan stok cerita-cerita ajaib dan absurd. Aku mendadak teringat seorang teman yang juga berkecimpung di ranah kedokteran. Cerita-cerita “ajaib” dari teman yang satu ini hampir sebelah dua belas dengan kisah “ajaib” yang dituturkan Kay dalam This is Going to Hurt.

Beberapa kisah memang “lebih” berpotensi membuat geli dan jijik daripada beberapa kisah lain. Oleh karena itu, aku sangat tidak menyarankan membaca ini ketika sedang makan. Beberapa cerita yang terbilang aman terkadang berupa pengamatan lucu (dan terkadang on-point) yang dibuat Kay tentang pasiennya. Ini adalah salah satu bagian favoritku;

Monday, 25 September 2006
How the other half life. In antenatal clinic, an extremely post patient attends for a routine appointment. All is well with her extremely posh fetus. Her extremely post eight-year-old asks her a question about the economy (!), and before she answers she asks her extremely posh five-year-old, ‘Do you know what the economy is, darling?’
‘Yes, Mummy. It’s the part of the plane that’s terrible.’
You can see how revolutions start. 

Masih belum yakin dengan betapa lucunya memoir ini? Coba tonton trailer untuk This is Going to Hurt dari penerbit Pan Macmillan dibawah ini;



Meskipun diparuh awal buku sudah kenyang digempur oleh kisah lucu, aneh, dan terkadang “menggelikan”, aku tetap tidak siap ketika sampai di bagian akhir buku yang boleh dibilang  lebih serius kalau dibandingkan dengan bagian lain dari buku ini. Bahkan semua kelucuan di paruh awal buku tetap tidak membuatku siap untuk menghadapi realita dibalik keputusan Kay untuk berhenti sepenuhnya dari dunia kedokteran. Aku tidak ingin membocorkan alasan berhentinya Kay dalam ulasan ini. Kay sendiri bahkan tidak pernah menceritakan langsung alasan hengkangnya dari dunia kedokteran pada keluarganya sampai buku ini terbit. Just read the book yourself to find out, everyone!


Satu hal yang pasti, alasan Adam Kay hits close to home for me. Aku sendiri memang bukanlah seorang dokter. Akan tetapi, aku bisa related dengan pergulatan batin yang Kay rasakan menuju keputusan drastis yang dia buat.

Aku boleh jadi “hanya” memberi buku ini 4 bintang. Akan tetapi, kejutan emosial yang aku rasakan di akhir buku sudah cukup untuk mengantarkan This is Going to Hurt ke dalam rak buku all-time-favorite-ku.


Kalau kamu sedang mencari memoir menarik sebagai bahan bacaan dan tertarik dengan kisah pergulatan harian yang dialami para dokter, aku merekomendasikan This is Going to Hurt sebagai bacaan selanjutnya untukmu.

Can’t get enough of ‘This Is Going To Hurt’?

Untuk pembaca yang sudah selesai membaca This Is Going To Hurt, berikut adalah beberapa artikel penuh spoiler yang aku rasa bisa menjadi tambahan bahan bacaan menarik & memperkaya pendapatmu tentang memoir ini;
(1) Wawancara Adam Kay Dengan The Guardian
(2) Tanya jawab antara Adam Kay & Foyles
(3) Wawancara Adam Kay Dengan The Telegraph (Kay buka-bukaan tentang beberapa kisah yang sayangnya “tereliminasi” dari memoir ini!)


Kabar baik lain: This Is Going To Hurt juga akan diadaptasi ke layar TV. Tidak hanya itu saja, Adam Kay sepertinya juga akan merilis buku kedua di akhir tahun 2019 ini. Can’t wait for this!


Rating

4/5

Farah di tempat lain: Goodreads | Instagram | Twitter


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *