[16/05/17] Tentang My Grandmother Asked Me To Tell You She’s Sorry Karya Fredrick Backman

“Hanya orang-orang berbeda yang mengubah dunia.” Nenek pernah berkata. “Tidak ada orang normal yang mengubah apapun.”

Informasi Buku

Judul: My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry
Penulis: Fredrick Backman
Penerjemah: Jia Effendie
Penerbit: Noura Books 
ISBN: 9786023851645
Tahun publikasi: 2017 (pertama kali dipublikasikan pada 2013)
Cetakan: Kedua
Jumlah halaman: 496 halaman
Buku: milik pribadi
Temukan buku ini di Goodreads


Blurb

Pernahkah kau merasa ingin pergi dari dunia nyata? Saat kau terasingkan, dan orang-orang di sekitarmu tampak tak memedulikanmu, bahkan seakan membencimu?Elsa sering merasa demikian. Misalnya, saat teman-teman menghukumnya hanya karena tidak menyukai syal yang dikenakannya. Atau saat Elsa bicara jujur, mereka mencemoohnya. Sangat jelas mereka membenci Elsa. Itu semua karena Elsa berbeda dari anak lainnya.Elsa pernah bertanya, apakah menjadi berbeda itu salah? Nenek berkata bahwa menjadi berbeda itu bagus, dan teman-temannya saja yang bodoh. Lalu Nenek berkisah tentang dunia yang berisi pahlawan dan makhluk negeri dongeng. Negeri istimewa yang hanya bisa dikunjungi anak-anak istimewa. Semenjak itu, Elsa sering pergi ke negeri dongeng kapan pun dia mau, bersama Nenek tentunya.Sampai suatu saat, Nenek tak bisa lagi menemani. Nenek harus pergi, sangat jauh, sendiri. Sebagai permintaan terakhir, Nenek mengirim Elsa untuk menjalani sebuah misi. Misi khusus yang hanya sanggup dijalankan oleh Elsa dan kelak bisa mengubah jalan hidup siapa pun yang terlibat di dalamnya.









Menurut Farah Tentang Buku Ini
Judul dari novel ini memang terkesan sangat sedih dan melankolis. Kalau boleh jujur, itu adalah alasan utama kenapa aku memutuskan membeli novel ini. Aku memang memiliki kecenderungan tidak biasa untuk membeli buku atau novel yang “judul”-nya menarik minatku. Dalam memutuskan bacaan aku memang condong untuk mengikuti insting atau gut feeling-ku sendiri ketimbang membaca review baru memutuskan untuk membeli. Aku adalah tipe orang lebih nyaman menjelajahi toko buku, mengintip sana-sini dan membeli buku yang (judulnya) menarik perhatianku. Hampir sebagian besar buku yang masuk dalam daftar bacaan favoritku adalah buku yang aku pilih dengan cara ini (temukan rak bacaan favoritku di Goodreads di sini). 

Tapi, dalam beberapa kesempatan yang tidak terlalu baik aku memang pernah salah pilih (can you spot that reference?) dan malah membeli novel yang tidak terlalu cocok dengan seleraku *ehem Critical Eleven ehem*. Salah satu indikator yang menandakan bahwa novel itu tidak sesuai dengan seleraku sendiri adalah dari rating-nya. Aku tidak memberikan rating untuk novel-novel semacam ini. Dan ini adalah kasus yang sangat langka karena aku sebisa mungkin pasti akan memberi rating pada buku-buku yang sudah aku baca. Jadi, bisa dibayangkan bukan bagaimana zonk-nya aku dengan buku-buku yang tidak bisa aku beri rating ini?  *ini kenapa mendadak curhat ya*

Well, My Grandmother Asked Me Tell You She’s Sorry bisa dikatakan adalah salah satu buku pilihan random-ku yang terbaik untuk tahun ini. Aku tanpa ragu langsung memasukkan buku ini dalam daftar buku-buku favoritku. Kisah dalam novel ini dituturkan lewat sudut pandang seorang Elsa. Gadis berusia tujuh tahun (hampir delapan) yang sering disebut-sebut agak “berbeda” dari teman-teman sebayanya. Pada satu titik menjelang pertengahan novel ini, aku memang sempat terbengong-bengong karena karakter unik dari seorang Elsa. 


“Ada ya anak tujuh tahun macam ini?”



Elsa sudah terlampau dewasa dan cerdas untuk ukuran anak seusianya. Gadis kecil ini tumbuh dalam lingkungan keluarga broken home dan memiliki hubungan sangat dekat dengan Sang nenek. Aku pikir kepribadian dari karakter Elsa sangat dipengaruhi oleh tabiat neneknya yang juga agak berbeda (baca: nyentrik). Dinamika hubungan dari nenek dan cucu ini adalah salah satu elemen menarik dari novel ini. Berbagai hal tidak terduga dan konflik yang muncul di sepanjang novel akan terkuak beriringan dengan dongeng-dongeng yang disampaikan dalam narasi seorang Elsa. 



Salah satu kekurangan dari My Grandmother Asked Me Tell You She’s Sorry sepertinya adalah dari segi kompleksitas cerita yang muncul karena banyaknya unsur dongeng yang bertebaran di sepanjang cerita. Secara pribadi, menurutku sebenarnya memasukkan unsur dongeng boleh-boleh saja. Akan tetapi, pada beberapa titik di novel ini unsur dongeng yang ada terasa terlalu kental dan aku malah pusing sendiri dibuatnya karena lumayan banyak hal yang perlu diingat. Tapi, kekurangan ini dapat ditutupi oleh alur cerita novel yang mengalir mulus dan pesan-pesan moral terselubung yang menghangatkan hati.



This book is a little a bit of everything 



Jangan terkecoh oleh judul novel ini yang terkesan begitu menyedihkan. Buku ini campuran dari cerita lucu, ironis, sedih dan masih banyak lagi. Beberapa bagian memang benar-benar on-point dalam segi kesedihannya. Tapi berbagai humor yang bertebaran dalam cerita benar-benar mempercerah suasana. Setting cerita yang seolah dekat dengan kehidupan sehari-hari kita juga menjadikan novel ini lebih menyenangkan. Slice of life is the best indeed.



Satu hal lain yang begitu aku senangi dari My Grandmother Asked Me Tell You She’s Sorry adalah kalimat dari novelnya yang benar-benar quotable. Salut dan apresiasi sebesar-besarnya untuk penerjemah dari novel ini Jia Effendie! Sudah lama rasanya sejak terakhir kali aku pernah membaca buku terjemahan dengan bahasa seasyik ini. Salut pokoknya!



Berikut adalah beberapa bagian dan quote favoritku dari novel ini;



Karena, tidak semua monster adalah monster sejak awal. Beberapa monster lahir karena duka. – 167



“Bukankah kau terlalu muda untuk mengerti apa maksudnya?”
“Aku terlalu muda untuk mengetahui banyak hal, tapi aku mengetahuinya juga.” – 267



Jika kau tidak menyukai seseorang, dia tidak akan bisa melukaimu. Anak berumur hampir delapan tahun yang sering kali digambarkan sebagai “berbeda” mempelajari itu dengan sangat cepat. – 277



“Sulit untuk menolong seseorang yang tidak mau menolong dirinya sendiri”
“Seseorang yang ingin menolong dirinya sendiri mungkin bukanlah orang yang paling membutuhkan bantuan dari orang lain,” protes Elsa. – 283



Kekuatan paling dashyat yang dimiliki kematian bukan karena kematian bisa membuat seseorang mati, melainkan karena itu bisa membuat orang-orang yang ditinggalkan ingin berhenti hidup. – 291



Kalau kau menyukai cerita berbau dongeng sepertinya kau akan sangat menikmati buku ini. My Grandmother Asked Me Tell You She’s Sorry juga merupakan buku yang pas untuk orang-orang yang menyukai cerita bertema slice of life dan memberikan pesan tersirat yang dalam. Aku benar-benar merekomendasikan buku ini sebagai bacaan penyegar jiwa.


Rating
4/5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *