[11/03/19] Tentang The Whispering Skull Karya Jonathan Stroud (Lockwood&Co. #2)

“Well,’ Lockwood said, “if you judge success by the number of enemies you make, that was a highly successful evening.”

Informasi Buku 

Judul: The Whispering Skull
Penulis: Jonathan Stroud
Penerbit: Disney-Hyperion
ISBN:
9781423194620

Bulan/tahun
publikasi: September 2015 (pertama kali dipublikasikan September 2014)

Jumlah
halaman: 424 halaman

Buku:
paperback milik pribadi

Bahasa:
Inggris

Kategori
umur: young adult / middle grade

Temukan
buku ini di Goodreads

Blurb

In the six months since
Anthony, Lucy, and George survived a night in the most haunted house in
England, Lockwood & Co. hasn’t made much progress. Quill Kipps and
his team of Fittes agents keep swooping in on Lockwood’s investigations.
Finally, in a fit of anger, Anthony challenges his rival to a contest:
the next time the two agencies compete on a job, the losing side will
have to admit defeat in the Times newspaper.

Things look
up when a new client, Mr. Saunders, hires Lockwood & Co. to be
present at the excavation of Edmund Bickerstaff, a Victorian doctor who
reportedly tried to communicate with the dead. Saunders needs the coffin
sealed with silver to prevent any supernatural trouble. All goes
well-until George’s curiosity attracts a horrible phantom.

Back
home at Portland Row, Lockwood accuses George of making too many
careless mistakes. Lucy is distracted by urgent whispers coming from the
skull in the ghost jar. Then the team is summoned to DEPRAC
headquarters. Kipps is there too, much to Lockwood’s annoyance.
Bickerstaff’s coffin was raided and a strange glass object buried with
the corpse has vanished. Inspector Barnes believes the relic to be
highly dangerous, and he wants it found.

The author of the
blockbuster Bartimaeus series delivers another amusing, chilling, and
ingeniously plotted entry in the critically acclaimed Lockwood & Co.
series.

Praise for The Screaming Staircase
“This
story will keep you reading late into the night, but you’ll want to
leave the lights on. Stroud is a genius at inventing an utterly
believable world which is very much like ours, but so creepily
different. Put The Screaming Staircase on your ‘need to read’ list!” -Rick Riordan

“A pleasure from tip to tail, this is the book you hand the advanced readers that claim they’d rather read Paradise Lost than Harry Potter.
Smart as a whip, funny, witty, and honestly frightening at times,
Stroud lets loose and gives readers exactly what they want. Ghosts, kids
on their own without adult supervision, and loads of delicious
cookies.” -Elizabeth Bird, School Library Journal

“Stroud
shows his customary flair for blending deadpan humor with thrilling
action, and the fiery interplay among the three agents of Lockwood &
Co. invigorates the story (along with no shortage of creepy moments).” –Publishers Weekly
 

Praise for The Whispering Skull 
 *”An occult portal and its spectral guardian nearly cut short the
careers of three rising young ghost hunters in this madcap sequel to The Screaming Staircase
(2013). For all their internecine squabbling, the three protagonists
make a redoubtable team-and their supporting cast, led by the sneering
titular skull in a jar, adds color and complications aplenty. Rousing
adventures for young tomb robbers and delvers into realms better left to
the dead.” -Kirkus Reviews (starred review) 
*”Stroud
writes with a fine ear for dialog, a wry sense of humor, and a knack for
describing haunted places. Creating tension that ebbs and flows, he
slowly builds the dramatic narrative to a resounding crescendo, and he
makes the quieter scenes that follow just as compelling.” –Booklist (starred review)

Menurut Farah Tentang Buku Ini 

The Whispering Skull merupakan buku kedua dalam rangkaian seri novel young adult/fantasy/supernatural Lockwood&Co. Kalau dibandingkan dengan buku pendahulunya, buku 424 halaman ini terasa lebih mengasyikan untuk dibaca. Ketika membaca buku pertama, The Screaming Staircase, aku masih harus membiasakan diri dengan berbagai istilah-istilah “asing” yang tidak jauh-jauh kaitannya dari berbagai hal supernatural khas semesta Lockwood&Co. Setelah merasa familiar dengan semesta Lockwood&Co. pasca membaca buku pertama, aku akhirnya bisa lebih fokus pada plot cerita dan dinamika para karakter dalam buku kedua ini.
Dalam ulasan untuk The Screaming Staircase, aku sempat menyinggung bagaimana Lockwood&Co belum memenuhi ekspektasiku yang sudah terlampau tinggi karena melihat antusiasme orang-orang terhadap seri ini. Sesuai dengan perkiraanku di-postingan yang sama, pendapatku terhadap seri ini akhirnya berubah setelah membaca The Whispering Skull. Ketika
fokus sepenuhnya pada dinamika Anthony, Lucy, dan George di
tengah-tengah petualangan mendebarkan mereka, aku akhirnya
benar-benar mengerti kenapa semua orang begitu jatuh hati pada seri novel karya Jonathan Stroud ini. Dinamika mereka adalah highlight seri ini menurutku. Terima kasih kepada chemistry mereka yang semakin solid sebagai sebuah tim, seri Lockwood&Co yang terdiri dari 5 buku ini memang asyik dan membuat ketagihan sekali ketika diikuti. Aku benar-benar dibuat penasaran dengan kelanjutan kisah mereka.

Kisah dalam The Whispering Skull mengambil tempat 7 bulan setelah petualangan pertama Lucy Carlyle bersama agensi pemburu hantu pimpinan Anthony Lockwood. Masih dinarasikan oleh Lucy sendiri, novel ini dibuka (lagi-lagi) dengan kasus yang harusnya sederhana namun berubah menjadi tidak terduga di tangan Lockwood and the gank. Menariknya, aku mendadak jadi teringat bahwa kisah di dalam buku pertama juga dinarasikan dengan gaya ini. Dengan nada helpless dan deadpan, Lucy memaparkan bagaimana agensi kecil mereka entah bagaimana malah membuat rumit kasus yang harusnya bisa diselesaikan dengan cepat. Gambaran kecil tentang Lockwood&Co ini adalah satu hal lain yang merupakan daya tarik mereka di mataku. Trio ini terkadang bisa terlampau ceroboh ketika menangani kasus mereka. Kalau memakai peribahasa, mereka malah “sering tersandung oleh batu kecil”. Terlepas dari kesulitan yang melilit karena kecerobohan mereka sendiri, Lockwood&Co tetap pantang menyerah dalam situasi sempit sekalipun. Seperti yang aku bilang sebelumnya, mereka sangat solid sebagai sebuah tim.

Hubungan Lucy dan George yang awalnya agak menyebalkan juga jauh lebih baik dalam The Whispering Skull. Sejujurnya aku tidak terlalu menyukai hubungan hostile mereka di buku pertama. Aku lebih memilih hubungan akur yang diselingi pertengkaran-tapi-penuh-rasa-hormat-dan-sayang ala buku kedua ini. Rasa kepercayaan antar tim mereka memang agak diuji karena tengkorak iseng yang bisa berbicara dengan Lucy. Tapi tidak perlu khawatir, resolusi untuk konflik ini bisa dibilang memuaskan dan dengan mulus membuat pembaca tidak sabar membaca buku lanjutan seri Lockwood&Co.

Dari segi cerita, The Screaming Staircase sebagai buku perkenalan sukses memotret kengerian yang tersimpan dalam semesta Lockwood&Co. Misteri yang disajikan juga membuat penasaran meskipun ada potensi bisa tertebak oleh beberapa pembaca jeli yang sudah membaca cukup banyak cerita misteri. Dalam The Whispering Skull sendiri, ada porsi seimbang antara unsur petualangan mendebarkan (yang tidak terlalu aku rasakan dalam buku pertama) dan misteri nan menegangkan dalam cerita. I just realize that these three also got moves and action thanks to this 2’nd book. Kisah supernatural di buku kedua ini juga lebih membuatku bergidik. Sejauh ini, The Whispering Skull adalah buku terfavoritku dalam seri Lockwood&Co. Aku penasaran bagaimana penilaianku akan berubah pasca membaca buku setelah ini.

Akhir kata, kalau kau sudah mulai membaca Lockwood&Co tapi ragu ingin melanjutkan membaca atau tidak, hapus keraguan itu! Aku positif seri ini akan lebih baik lagi sampai ke buku terakhirnya.

Aku merekomendasikan seri Lockwood&Co secara keseluruhan untuk pembaca yang sedang mencari bacaan middle grade/young adult penuh petualangan seru dan karakter mengasyikkan.

Rating

4,3/5

Tulisan Lain Salam Kiriman Ini

1. Far’s Books Space – Tentang The Screaming Staircase (Lockwood & Co. #1)

Farah di tempat lain: Goodreads | Instagram | Twitter


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *