[28/09/18] Tentang Crazy Rich Asians Karya Kevin Kwan

https://www.instagram.com/p/BoI72dTH8hT/?taken-by=farbooksventure

“Just because some people actually work for their money doesn’t mean they are beneath you.”

Informasi Buku 
Judul: Crazy Rich Asians
Penulis: Kevin Kwan
Penerbit: Anchor Books  
Bahasa: Inggris
ISBN: 9780804171588
Tahun publikasi: 2014
Cetakan: Pertama
Jumlah halaman: 527 halaman
Kategori umur: adult
Buku: milik pribadi   
Temukan buku ini di Goodreads

Blurb

When New Yorker Rachel
Chu agrees to spend the summer in Singapore with her boyfriend, Nicholas
Young, she envisions a humble family home and quality time with the man
she hopes to marry. But Nick has failed to give his girlfriend a few
key details. One, that his childhood home looks like a palace; two, that
he grew up riding in more private planes than cars; and three, that he
just happens to be the country’s most eligible bachelor.

On
Nick’s arm, Rachel may as well have a target on her back the second she
steps off the plane, and soon, her relaxed vacation turns into an
obstacle course of old money, new money, nosy relatives, and scheming
social climbers.

Menurut Farah Tentang Buku Ini

Kisah romantis antara Rachel Chu
dan Nicholas Young dalam Crazy Rich
Asians
pada dasarnya mengikuti pola lika-liku kisah romantis pada umumnya.
A dan B sangat mencintai satu sama lain. Salah satu pihak lebih kaya daripada
pihak lain. Keluarga salah satu pihak menentang hubungan ini karena menganggap
keluarganya harus dipasangkan dengan orang yang lebih layak. The usual really. Hal spesial dari kisah
dalam novel ini adalah bagaimana kisah romansa mainstream mengambil latar belakang di kalangan jetset asia dengan
segala keglamorannya.

Crazy Rich Asians menghibur lewat satire-nya tentang kehidupan
hingar-bingar sekelompok keluarga yang kaya gila-gilaan dan fenomena panjat sosial
(pansos) tidak berkesudahan. Saking gilanya, beberapa bagian terasa begitu
sulit dipercaya dan terkesan konyol. Ada banyak momen ketika pembaca akan berguman
sendiri “Ini seriusan ada orang gini-gini amat?” Alih-alih fokus pada beberapa
karakter saja, kisah dalam Crazy Rich
Asians
memiliki beberapa subplot dan mengungkapkan kisah dari berbagai
karakter yang berada dalam satu lingkungan sama, yaitu lingkungan jetset tadi. Tidak
salah memang kalau ada yang mengeluh bahwa terlalu banyak karakter yang harus
diingat dari novel 527 halaman ini. Memang benar guys. Tidak hanya dipenuhi
oleh berbagai karakter dengan nama keluarga sama dan terkadang sulit dieja, Crazy Rich Asians dipenuhi dengan
serangkaian nama brand dan merek-merek
yang terdengar super fancy dan tentu
saja sulit disebut. Over-the-top sekali
memang. Jadi, sabar saja kalau awalnya bosan dengan novel ini. Aku sendiri baru benar-benar menikmati Crazy Rich Asians setelah 200 halaman novelnya berlalu. Just keep reading it!

Sebelum prolog dimulai, pembaca
akan menemukan pohon keluarga (yang sudah disederhanakan) dari tiga keluarga
besar. Keluarga Young, Shang, dan T’Sien. Lewat serangkaian pernikahan
direncanakan yang rumit, tiga keluarga old
money
ini akhirnya terhubung satu sama lain. Sulit dibayangkan memang
betapa banyaknya uang yang berputar di sekitar tiga keluarga ini saja. Belum
lagi ketika salah satu anggota keluarga ini menikah dengan anggota dari
keluarga berpengaruh lain. Membayangkannya saja Farah rakyat jelata ini pusing
sendiri. Pohon
keluarga ini akan sangat berguna ketika kamu memutuskan membaca novel ini.
Tidak terhitung lagi berapa kali aku bolak-balik menghayati pohon keluarga ini
agar benar-benar memahami kisah yang pada dasarnya rom-com ini. Dari tiga keluarga di atas, kisah dalam buku ini
memang sebagian besar fokus pada Keluarga Young.

Sekilas fenomena mengenal setiap
orang yang ada hubungan keluarga dengan kita (tidak peduli berkerabat jauh atau
dekat ini) mengingatkanku pada keluarga sendiri. Ketika hari raya besar datang,
tidak sekali dua kali aku bingung tentang siapa tamu yang bertandang ke rumah.
Meskipun sudah berulangkali dijelaskan oleh orang tua (Oh, Ibu yang tadi itu neneknya
ada hubungan xxx sama nenek kamu
), aku tetap saja hanya mengenal mereka sebagai
saudara jauh. Sesungguhnya keribetan mulai menjadi-jadi ketika orang tuamu
tujuh bersaudara misalnya. Pada dasarnya aku memang lambat kalau harus
menghubungkan silsilah keluarga (bilang saja kamu malas Far, hadeh).

Rachel Chu yang lahir dan besar
di Amerika (dikenal juga sebagai ABC- American
Born Chinese
) tentu saja tidak terlalu memahami fenomena ini. Maksud hati
ingin melalui liburan menyenangkan dengan pacar dua tahunnya, Rachel malah
dihadapkan dengan keluarga besar Nick yang super kepo dan kaya on a whole new level. Meskipun sahabat
Rachel, Peik Lin, juga bisa bilang lumayan berada, Rachel tetap saja tidak siap
menghadapi kekayaan level Keluarga Young. Nick sendiri yang tidak terbiasa
mengumbarkan kekayaannya berpikir terlalu optimis dan tidak mempersiapkan
Rachel untuk menghadapi keluarganya yang terkadang bisa overwhelming bagi orang malang yang tidak berada di lingkaran
mereka. Di akhir novel ini juga akan ada twist
tentang Rachel yang secara mulus menuntun pembaca ke novel kedua dalam trilogi
Crazy Rich…”, Chinese Rich Girlfriend.
       


Tidak hanya kisah romantis antara
Rachel dan Nick saja. Pembaca juga akan menemukan porsi besar kisah romantis
yang berhubungan dengan Astrid Leong, karakter The It Girl dalam novel ini. Astrid memang digambarkan chic, tenang, dan dikagumi banyak orang. Dia adalah tipe wanita yang patut dijuluki
girl crush. Kisah Astrid terus terang
lebih menarik bagiku secara pribadi daripada kisah the main couple (ini masalah selera).

 

Kalau kamu merupakan pembaca yang menyukai
bacaan satire bagus dan tahan dengan gempuran nama berbagai
brand/desainer/orang penting yang terkadang sulit dieja, ‘Crazy Rich Asians’
dapat menjadi pilihan bacaan yang tepat untukmu.

Rating
4,2/5 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *